2024 Kasus DBD Naik, 4 Anak di Bogor Meninggal Dunia

DBD
Ilustrasi/freepik.com

TIMETODAY.ID – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bogor, Jawa Barat mengalami peningkatan yang signifikan. Bima Arya, Wali Kota Bogor, telah menginstruksikan kepada berbagai instansi di tingkat wilayah, kecamatan, kelurahan, dan puskesmas untuk melakukan upaya bersama dalam memberantas perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit tersebut serta memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai.

Hingga saat ini, selama tahun 2024, terdapat empat kasus kematian anak akibat DBD berdasarkan data yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor.

“Ada tren kenaikan pasien anak-anak, terutama DBD. Jadi ini wilayah sudah diperintahkan untuk bergerak memberantas sarang nyamuk, jentik-jentik,” kata Bima.

Advertisement

Bima juga mengamati peningkatan jumlah pasien, terutama anak-anak, yang mengalami DBD di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Oleh karena itu, langkah-langkah pencegahan telah diperintahkan untuk dilaksanakan di seluruh wilayah, dengan fokus pada pemberantasan sarang nyamuk dan jentik-jentik.

Baca Juga :  Pemkot Bogor Terbitkan Surat Edaran Netralitas ASN dan Pegawai BUMD

Menurut Bima, penyebaran DBD di Kota Bogor merata di enam kecamatan, meskipun belum ada laporan spesifik mengenai lonjakan kasus yang signifikan di wilayah tertentu. Namun, dia menegaskan perlunya pemantauan terus-menerus dari dinas dan wilayah terkait terhadap perkembangan situasi DBD di Kota Bogor.

Sementara itu, Sri Nowo Retno, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, mengungkapkan bahwa jumlah kasus DBD pada Januari 2024 mencapai 389 kasus, sedangkan pada bulan Februari mencatat 361 kasus, dengan total empat kematian selama periode tersebut.

“Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kasus DBD menunjukkan tren yang berbeda, dengan jumlah kasus dan kematian tertinggi terjadi pada tahun 2022 dan 2023,” tutur Sri.

Oleh karena itu, dalam upaya mengendalikan penyebaran DBD, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Peningkatan Kasus DBD selama musim penghujan pada tanggal 20 Januari 2024.

Baca Juga :  Uhuuy! Berkat Foto Konyolnya, Komeng Unggul Kalahkan Jihan Fahira

Selain itu, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui program Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) serta kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri setiap minggu.

Upaya pengendalian vektor nyamuk dilakukan melalui berbagai metode, termasuk penggunaan larvasida biologis dan kimiawi serta fogging secara fokus. Di samping itu, percepatan dalam diagnosis DBD dilakukan dengan penggunaan NS-1 yang didistribusikan ke puskesmas.

Selain itu, Dinkes juga fokus pada penanganan yang adekuat terhadap penderita DBD di fasilitas kesehatan, penguatan sistem surveilans untuk deteksi dini, serta penerapan PSN di berbagai tatanan, seperti pemukiman, tempat kerja, tempat pengolahan makanan, sarana kesehatan, institusi pendidikan, tempat umum, dan sarana olahraga. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

=========================================================