Polda Sulteng Bentuk Tim Penyelidikan Soal Meledaknya Tungku PT ITSS

Polda Sulteng
Korban ledakan tungku di satu pabrik pengolahan nikel milik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Morowali, Sulawesi Tengah. (Istimewa)

TIMETODAY.IDPolda Sulteng bentuk tim penyelidikan pasca tungku PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah meledak. Akibat peristiwa ini, 12 karyawan meninggal dunia.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Agus Nugroho, menjelaskan bahwa ledakan tungku PT ITSS terjadi sekitar pukul 05.30 WITA.

TIMETODAY WA CHANNEL

Advertisement

Ikuti terus berita terhangat dari timetoday.id via whatsapp

Kejadian ini berawal saat 35 karyawan sedang melakukan pemasangan pelat, yang akhirnya memicu ledakan. Beberapa tabung oksigen di sekitar area juga meledak, menyebabkan kebakaran besar.

“Total jumlah korban mencapai 35 orang. Dari jumlah tersebut, 13 orang meninggal, sementara 22 lainnya mengalami berbagai tingkat cedera, baik yang ringan maupun yang serius,” ujar Agus Nugroho, yang didampingi oleh Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Donny Triwinartono ketika menuju lokasi kejadian.

Baca Juga :  Bupati Tidak Beri Perintah, Disinyalir Ade Yasin Dizolimi

Pasca-insiden, keadaan di perusahaan dikatakan mulai kondusif. Korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat, dan api berhasil dipadamkan.

Agus Nugroho menambahkan bahwa tim penanganan penyelidikan telah dibentuk dengan kerjasama antara polda dan tim laboratorium Makassar.

Ia juga menyebutkan bahwa para korban sementara telah dirujuk ke RSUD Kabupaten Morowali. Sebagai tindak lanjut, tim DVI (Disaster Victim Identification) telah diterjunkan untuk mengidentifikasi korban-korban tersebut.

Dikabarkan sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di salah satu tungku di pabrik pengolahan nikel yang dimiliki oleh PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS).

ITSS beroperasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Dalam laporan sementara, 12 orang dilaporkan meninggal dunia sebagai akibat kejadian tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Minta Ivan Gunawan Populerkan Batik Asal Bogor

Menurut pernyataan Kepala Divisi Media Relations PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Dedy Kurniawan, kecelakaan kerja terjadi sekitar pukul 05.30 Wita.

Insiden dimulai ketika sejumlah pekerja sedang melakukan perbaikan dan pemasangan pelat pada bagian tungku.

“Pada pukul 09.10 Wita, kebakaran di tungku berhasil dipadamkan,” ungkap Dedy Kurniawan dalam pernyataan resmi pada Minggu (24/11/2023).

Berdasarkan informasi awal dari klinik IMIP hingga pukul 10.00 Wita, jumlah korban saat ini mencapai 51 orang.

Dari jumlah tersebut, 12 orang dinyatakan meninggal dunia dan 39 lainnya mengalami luka berat hingga luka ringan.

Korban yang meninggal dunia terdiri dari tujuh tenaga kerja asal Indonesia dan lima tenaga kerja asing.  ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

=========================================================