Dirjen Dikti Apresiasi Diskusi KLN Bahas Transformasi Pendidikan Era Society 5.0

TIMETODAY.COM, BOGOR – Komunitas Literasi Nusantara Menggelar Seminar online dengan tema “Transformasi Pendidikan Menyongsong SDM Di Era Society 5.0”, kegiatan berlangsung via zoom meeting dengan melibatkan narasumber yang kompeten dibidangnya.

Direktorat Sumber Daya Dirjen Dikti, Asep Khoerudin mengapresiasi kegiatan tersebut, dengan harapan bisa menjadi motivasi maupun inspirasi bagi para generasi muda dan bahkan masyarakat pada umumnya.

“Transformasi Pendidikan perlu diupayakan dengan melihat melalui perspektif revolusi industri sejak abad 18 hingga sekarang. Tantangan pendidikan saat ini adalah terjadinya demokratisasi, transformasi kesenjangan sosial, dan ketergantungan,” ujar Asep.

Advertisement

“Pengembangan SDM unggul dari hulu ke hilir harus tersambung, agar jangan sampai terputusnya mata rantai antara kompetensi yang diajarkan dengan kemajuan agar nantinya sesuai dengan kebutuhan dunia profesi,” imbuhnya.

Sementara itu, Tim Percepatan Kabupaten Bogor, Dr. Saepudin Muhtar mengatakan, transformasi pendidikan menyosong sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki kelebihan yakni bonus demografi.

“Oleh karena itu, perlu mengkonstruksi bergaining konsep berfikir bagi generasi milenial dan generasi Z dalam konteks pendidikan. Untuk bagaimana berfikir berbasis penilitian, inquiry learning, project, dan berbasis problem. Bahwa literasi dsangat diperlukan sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan menjadi bekal kehidupan selanjutnya,” kata pria yang akrab disapa Gus Udin.

Baca Juga :  Wujudkan Indonesia Emas, HMI Cabang Kota Bogor Gencarkan Sosialisasi PHBS

Tidak hanya itu, dalam menyongsong Era society 5.0 memerlukan  generasi yang SIAP (sadar inovatif adaptif dan peduli), hal ini perlu didorong melalui proses pendidikan mengedepankan 5M.

“Yang pertama memanusiakan hubungan, kedua memahami konsep, ketiga memberdayakan konteks, keempatnya membangun keberlanjutan dan kelima menentukan tantangan dalam belajar,” papar Muhammad Diansyah Damanik, guru pengajar di Bogor.

Proses belajar pun outputnya membentuk manusia yang mandiri dan sadar yang akhirnya memahami hidup itu adalah proses atau belajar. Maka harus terus untuk menjadi pelajar dan jadilah pelajar sepanjang hayat.

“Gerbang menuju generasi itu bisa kita lakukan dengan menjalankan konsep merdeka belajar. Guru sebagai pemandu dalam proses belajar sehingga anak untuk mampu menemukan sumber daya kekuatan dirinya yang mana akhirnya dia dapat berdampak pada kehidupannya,” katanya.

Baca Juga :  PGRI Bogor Minta Pemerintah Prioritaskan Alokasi Pendidikan dan Penempatan Tenaga Pendidik

Terakhir, Tim Komunitas Literasi Nusantara, Try Rahman Yusuf menambahkan, ditengah situasi perkembangan media teknologi yang semakin pesat, tentunya berdampak terhadap dunia pendidikan Indonesia.

“Beragam cara pun di lakukan demi mewujudkan pendidikan yang selalu adaptif menyesuaikan dengan zaman hari ini dan KLN selalu komitmen untuk sama sama mencerdaskan anak bangsa lewat desa binaan nantinya,” tegas dia.

Harapan besar Komunitas Literasi Nusantara (KLN) bisa menjadi wadah Dialektika yang selalu merumuskan permasalahan yang terjadi di Indonesia hari ini baik dari segi pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan hukum.

“Selain itu Komunitas Literasi Nusantara ini bisa menjadi mitra strategis dengan pemerintah guna mewujudkan generasi emas nanti di tahun 2045. Tandasnya,” imbuh Founder Komunitas Literasi Nusantara, Ferdinandus W. Ate. (adt)

=========================================================