Minggu, Desember 4, 2022
No menu items!
BerandaDaerahMasih Ada Ribuan Korban Bencana Tinggal di Hunian Sementara, Dewan Janjikan 1000...

Masih Ada Ribuan Korban Bencana Tinggal di Hunian Sementara, Dewan Janjikan 1000 Huntap di APBD Perubahan 2022

TIMETODAY.ID, BOGOR – Lebih dari dua tahun ribuan warga korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Sukajaya, Kapupaten Bogor masih menempati hunian sementara atau pengungsian. Para kepala desa (kades) pun tak henti – hentinya berjuang dan terus menagih janji pemerintah.

Puncaknya, sejumlah kades mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Bogor untuk melakukan audiensi dengan para wakil rakyat mempertanyakan percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi nasib ribuan korban bencana alam yang terjadi pada 2020 lalu.

“Kami datang kesini untuk audiensi menanyakan kepastian dari percepatan pembangunan Huntap yang dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” ujar Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyandi usai audiensi, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga :  Apartemen Jasmine Park Bogor Disomasi LBH Konsumen Jakarta

Aspirasi yang disampaikan, merupakan kegelisan ribuan warga korban bencana alam selama kurang lebih 3 tahun yang masih terlunta – lunta nasibnya, karena belum mendapatkan hunian tetap yang dijanjikan pemerintah.

“Di tahun 2022 ini pembangunan Huntap baru terealisasi sebanyak 1200 unit, sedangkan Huntap yang diajukan sebanyak 4.492 unit. Padahal janji pemerintah semua huntap akan selesai dibangun pada tahun 2023 mendatang,” tutur pria yang akrab disapa Apih Ujang.

Baca Juga :  Dewan Minta Pemkab Bogor Segera Selesaikan LHP BPK

Tuntutan masyarakat korban bencana tidaklah muluk – muluk, mereka hanya butuh kepastian dan janji konkret pemerintah yang selalu memberikan angin segar kepada masyarakat yang hingga saat ini masih tinggal di hunian sementara dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

“Masyarakat butuh informasi terkait kelanjutan pembangunan Huntap ini, mau sampai kapan mereka tinggal di tempat tinggal sementara dengan kondisi yang sangat memprihatkan. Ada anak kecil, balita, manula yang kondisi kesehatannya buruk akibat tempat tinggal yang tidak layak,” uangkapnya.

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU