Senin, September 26, 2022
No menu items!
BerandaDaerahSosialisasi Empat Pilar Sebagai Media Penguat Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Sosialisasi Empat Pilar Sebagai Media Penguat Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

TIMETODAY.ID, BOGOR – MPR RI sebagai lembaga negara terus menyosialisasikan Empat Pilar kebangsaan yakni, Pancasila, UU tahun 1945, serta NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Melansir bogor-today.com, anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Budhy Setiawan menyebutkan bahwa dengan digelarnya  sosialisasi tersebut diharapkan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan rasa nasionalisme sesuai semangat proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945.

“Sebenarnya adalah tugas dari anggota DPR MPR setahun ada 6 kali kami mengadakan sosialisasi empat pilar ini,bukan untuk mengajari tetapi untuk mengingatkan kembali nilai-nilai yang memang pernah masyarakat dapatkan pada masa kuliah ataupun di dalam sosial bermasyarakat,” sebut Budhy, saat menghadiri sosialisasi empat pilar kebangsaan di Pasar Kebon Kembang Blok F, Kota Bogor, Rabu (3/8/2022).

Baca Juga :  Pemulihan Ekonomi Melalui Sektor Pertanian Didukung Dewan

Menurut Budhy, dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan itu pokok utamanya sama. Hanya saja, memang ada persoalannya yang baru akan muncul jika sosialisasi empat pilarnya seringkali bermetamorfosis mengikuti zaman

Dengan demikian, pihaknya terus berupaya menyosialisasikannya agar masyarakat bisa mengikuti perkembangan persoalan berdasarkan sosialisasi empat pilar ini. Yang mana kondisi itu seperti persolan pembangunan.

“Jadi, bagaimana pemerintah kota mencoba mengurai persoalan, pembangunan ini memang seringkali menjadi persoalan pemerintah daerah. Dalam sosialisasi empat pilar ini kita mencoba untuk mengajak masyarakat dari beragam latar belakang, seperti budayawan, kepemudaan, maupun latar belakang dari pedagang untuk sama-sama kita mencoba mengurai persoalan,” urai Budhy.

Baca Juga :  KH. Bundari Abas Tausyiah Akbar di Imtihanussanah AL Haya

Kata Budhy, jangan sampai persoalan masyarakat di Kota Bogor hanya membebani pemerintah daerah, namun persoalan ini akan bisa selesai apabila memang seluruh stakeholder masyarakat turut berpartisipasi. Bagaimana membentuk karakter karakter watak dari masyarakat yang ikut peduli terhadap persoalan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -

BERITA POPULER

BERITA TERBARU